Tanah Bumbu Siapkan Talenta ASN untuk Perkuat Birokrasi Profesional

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus mendorong pembenahan tata kelola aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif saat memaparkan perkembangan manajemen talenta Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Jumat (21/8).

Dalam kegiatan itu, Bupati bertemu Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN, Dr. Herman, M.Si, bersama jajaran.

Andi Rudi Latif menjelaskan bahwa pengelolaan talenta ASN merupakan bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendukung reformasi birokrasi di Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, manajemen talenta diperlukan untuk memastikan ASN dengan kemampuan, potensi dan rekam kinerja yang baik dapat dikembangkan secara terarah sesuai kebutuhan organisasi.

1.599 ASN Ikuti Asesmen

Pemkab Tanah Bumbu telah melakukan berbagai asesmen dan pemetaan untuk mengetahui potensi serta kompetensi aparatur. Hingga 2026, tercatat sebanyak 1.599 peserta telah mengikuti rangkaian asesmen tersebut.

Data hasil asesmen kemudian menjadi salah satu dasar dalam penyusunan peta talenta ASN. Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat membantu menghasilkan keputusan kepegawaian yang lebih objektif dan berbasis data.

Penguatan sistem juga dilakukan melalui penyusunan regulasi dan pembentukan kelembagaan pendukung. Di antaranya Peraturan Bupati mengenai penyusunan peta talenta PNS serta keputusan kepala daerah yang mengatur tim pengelola, komite talenta, dan mekanisme penilaian.

Pemkab Tanah Bumbu turut menggunakan SIMATA untuk mendukung proses pemetaan dan pengelolaan talenta ASN.

Bukan Sekadar Pengisian Jabatan

Manajemen talenta di Tanah Bumbu diarahkan lebih jauh dari sekadar mencari pengganti ketika sebuah jabatan kosong. Sistem tersebut juga mencakup upaya mempertahankan ASN potensial, menyusun pengembangan individu, serta menyiapkan kader untuk kebutuhan kepemimpinan di masa depan.

“Talenta yang memiliki potensi harus kita pertahankan, kita kembangkan, dan kita siapkan untuk kebutuhan organisasi di masa mendatang,” ujar Andi Rudi Latif.

Ia menekankan bahwa keberhasilan manajemen talenta membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah. Pimpinan organisasi perangkat daerah diharapkan ikut mengenali kemampuan ASN, memberikan ruang pengembangan, serta mendorong aparatur menunjukkan kinerja terbaik.

Melalui ekspose bersama BKN tersebut, Pemkab Tanah Bumbu juga berharap mendapatkan masukan dan dukungan untuk mempercepat penerapan manajemen talenta.

Pemerintah daerah menargetkan sistem tersebut dapat memperkuat penerapan sistem merit, dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, potensi dan kinerja dalam pengelolaan ASN.

Dengan pendekatan tersebut, Tanah Bumbu berupaya membangun birokrasi yang mampu menempatkan aparatur sesuai kompetensi sekaligus memberi kesempatan pengembangan yang tepat bagi setiap talenta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *