BATULICIN – Selasa, 25/08/2026 Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri kini semakin memantapkan koordinasi guna menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di musim kemarau.
Langkah konkret tersebut ditandai dengan pertemuan strategis antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu dengan jajaran TNI, termasuk Komando Distrik Militer (Kodim) 1022/TNB dan Yonif TP 828/BWM. Kegiatan berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD, yang menjadi pusat komando dalam pengendalian situasi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bagian dari penguatan sistem kerja terpadu antarinstansi. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.
“Koordinasi yang kuat akan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan. Dengan sistem yang terintegrasi, respons terhadap kebakaran bisa lebih efektif dan terarah,” ujarnya.
Sementara itu, pihak TNI menyoroti pentingnya kesiapan personel dan dukungan fasilitas, termasuk aspek kesehatan. Komandan Kodim 1022/TNB, Zierda Aulia Salam, menekankan bahwa kesiapsiagaan harus mencakup berbagai kemungkinan terburuk.
Ia menyebutkan, keberadaan tenaga medis di posko lapangan menjadi faktor krusial untuk memastikan kondisi fisik personel tetap prima saat bertugas di wilayah rawan karhutla. “Kita tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga keselamatan seluruh petugas di lapangan,” tegasnya.
Sinergi ini juga diarahkan untuk memperkuat pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, penanganan karhutla diharapkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui edukasi dan deteksi dini.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pemantauan titik api serta peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan bencana di daerah berjuluk “Bumi Bersujud” tersebut.
Melalui koordinasi yang semakin solid dan kesiapan sumber daya yang terukur, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu optimistis dapat menekan risiko karhutla serta meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

