BATULICIN – Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang layak mulai dirasakan Misran, 61 tahun, warga RT 06 Desa Kersik Putih, Kabupaten Tanah Bumbu. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan berpindah-pindah, kini rumah baru tengah dibangun untuknya melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Pembangunan rumah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang belum memiliki hunian yang memadai.
Sebelumnya, Misran bersama putranya, Gazali, sempat tinggal di rumah singgah milik Dinas Sosial selama sekitar dua tahun. Gazali merupakan penyandang disabilitas yang selama ini mendapat bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah daerah.
Gazali kemudian meninggal dunia beberapa waktu lalu. Setelah melalui berbagai pendampingan, Misran kini mendapatkan kesempatan untuk menempati rumah sendiri yang dibangun dari awal.
Kepala Dinas Sosial Tanah Bumbu, Liana Hamita, menjelaskan bantuan tersebut tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan lanjutan agar Misran dapat memiliki sumber penghasilan.
Setelah pembangunan rumah rampung, Dinas Sosial akan melakukan asesmen terhadap kondisi dan potensi yang dimiliki Misran. Hasil penilaian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan bentuk usaha ekonomi produktif yang paling sesuai.
“Potensi usahanya akan kami asesmen terlebih dahulu. Dari hasil tersebut, bantuan modal usaha akan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan beliau,” jelas Liana.
Bagi Misran, perhatian pemerintah selama ini menjadi bantuan berarti dalam menjalani kehidupan. Ia menyampaikan rasa syukur karena dirinya dan almarhum anaknya pernah mendapat tempat tinggal serta dukungan dari Dinas Sosial ketika berada dalam kondisi sulit.
“Alhamdulillah, selama ini saya dan anak sudah dibantu dan ditampung oleh Dinas Sosial,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Kersik Putih. Kepala Desa Kersik Putih, Rudi Hartono, memastikan pihak desa akan terus melakukan pendampingan setelah rumah selesai dibangun.
Rudi mengatakan kebutuhan dasar seperti sambungan listrik dan air juga akan diupayakan agar Misran dapat segera menempati rumah barunya.
Pemerintah desa bersama masyarakat, lanjutnya, akan berupaya memberikan perhatian sesuai kemampuan sehingga Misran dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di lingkungan tempat tinggalnya.
Program rehabilitasi rumah tidak layak huni tersebut diharapkan tidak hanya memberikan hunian yang lebih aman dan nyaman, tetapi juga menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemandirian penerima manfaat melalui dukungan ekonomi berkelanjutan.

